Selasa, 29 Agustus 2017

Tradinglah Seperti Sniper



Dalam dunia militer, seorang sniper memiliki metode tertentu dalam berjumpa inmodelnnya, yaitu sabar, tidak ragu dan memahami benar senjata yang digunakan. Selain itu ia juga harus mampu mengendalikan pikiran dan jasmaninya untuk periode waktu tertentu dan kadang dalam situasi stress. Metode tersebut dapat pula kita terapkan dalam perdagangan forex.

Metode perdagangan dalam forex hampir sama dengan si sniper tersebut. Kita harus memiliki metode dan strategi perdagangan (senjata), benar-benar memahami penggunaannya, disiplin dan terarah dalam penggunaannya, serta mampu menahan godaan untuk over-trade atau over-leverage. Perdagangan forex memang tidak sama layaknya perang dalam militer, namun tetap dibutuhkan pengendalian pikiran dan jasmani dalam berjumpa situasi yang dapat mengakibatkan stress.

Trader forex yang menerapkan model dan metode layaknya ‘sniper’ diatas adalah mereka yang mencapai sukses dalam jangka panjang. Sebaliknya trader yang memanfaatkan model layaknya ‘pemberondong’ dengan alat senjata yang menyambarkankan pelurunya pada hampir setiap inmodeln yang ia lihat (perdagangan dengan frekuensi tinggi), yang cenderung membuang peluru atau amunisi (uang), akan sering tidak berhasil mencapai tujuannya dalam perdagangan forex.

Dalam perdagangan forex, tidak terlalu sering masuk market atau perdagangan dengan frekuensi rendah adalah suatu kelebihan. Bagi para newbie akan menyangka bahwa semakin banyak yang kita lakukan akan semakin memberikan hasil, biasanya dengan  penggunaan indikator teknikal yang banyak dan komplek, frekuensi perdagangan yang tinggi, analisa kondisi market yang berlebihan dan lain sebagainya. Akibatnya mereka jadi over perdagangan, membuang banyak amunisi dengan hasil perdagangan yang sering tidak sebanding atau malah membuat hancur account perdagangannya.



Jika ingin perdagangan layaknya seorang ‘sniper’, kita mesti menerima metode bahwa makin sedikit frekuensi perdagangan kita akan lebih banyak memberikan hasil. Kita mesti sabar menunggu sinyal yang benar-benar valid sesuai dengan metode perdagangan sebelum kita menetapkan untuk masuk ke market.

 Jika kita perdagangan dengan metode price action, maka kita punya metode yang efektif untuk memanfaatkan model si ‘sniper’ tersebut, dan ‘medan perang’ yang terbaik untuk menerapkannya adalah pada chart harian.

  • Memanfaatkan time frame tinggi dalam perdagangan
Time frame tinggi yang sering digunakan dalam perdagangan forex adalah time frame harian. Pada chart harian kemungkinan yang kita peroleh akan lebih tinggi dibanding dengan chart dengan time frame yang lebih rendah. Chart mingguan juga akurat, namun jarang digunakan sebagai acuan perdagangan sebab data yang ditampilkan kurang cukup untuk menetapkan target dan parameter-parameter dalam metode perdagangan. Perdagangan dengan time frame tinggi akan memperbesar peluang untuk sukses dengan kemungkinan sinyal perdagangan valid yang tinggi.

Perdagangan dengan model layaknya penembak yang mengeluarkan banyak amunisi, seringkali memanfaatkan time frame rendah (dibawah 1 hour) dengan kemungkinan rendah sehingga dengan setup dan target pada metode perdagangan kita, sinyal perdagangan yang dihasilkan kurang valid.

  • Kesabaran
Satu hal yang paling utama pada si ‘sniper’ adalah kesabaran. Dengan kesabaran yang dimiliki model yang digunakan dapat benar-benar berfungsi dengan baik hingga mencapai tujuan. Demikian pula seorang trader forex yang menerapkan model si ‘sniper’, atau ‘forex sniper’, haruslah memiliki kesabaran. Belajarlah bersabar untuk tidak memaksakan alasan atau ‘issue’ agar dapat masuk market, namun berpendirianlah obyektif dalam melihat kondisi market. Kendalikan diri semaksimal mungkin untuk tidak sekedar menjadi ‘forex trader’, namun juga ‘forex sniper’.

  • Memahami penuh strategi dan metode perdagangan
Layaknya halnya seorang sniper dalam dunia militer yang telah dibentuk dan dididik dalam kemampuan menembak agar  dapat melumpuhkan inmodeln dengan jitu, ia mesti tahu persis layaknya apa inmodelnnya dan tanpa keraguan sedikitpun ketika hendak menarik pelatuk senapannya. 
Sama halnya layaknya seorang trader forex, kita harus menempa diri dan belajar dengan metode perdagangan tertentu sehingga kita tahu persis apa yang kita cari sewaktu melihat perdagangan chart, selain itu kita harus benar-benar memahami strategi perdagangan yang kita pilih. Dibutuhkan upaya dan waktu untuk menempa diri dan belajar, dan lambat laun kita model perdagangan kita akan layaknya ‘forex sniper’.


  • Membentuk model pikir seorang ‘forex sniper’

Seorang ‘forex sniper’ harus percaya diri dan disiplin. Semakin kita lebih berikthiar untuk perdagangan dengan model si ‘sniper’ daripada model si ‘pemberondong’, maka akan semakin lebih percaya diri dan lebih disiplin. Dalam prakteknya banyak trader yang tidak berhasil sebab kurang mengetahui kegunaan utama dari kesabaran dan disiplin, dan cenderung menerapkan model si ‘pemberondong’ sebab merasa dapat powerful dan mampu mengontrol market. 

Kesalahan model pikir layaknya itu adalah bahwa dalam kenyataannya kita tidak dapat mengontrol market, dan jika kita coba untuk mengontrol market, market akan mengontrol kita. Satu-satunya yang dapat kita kendalikan adalah diri kita sendiri dengan model pikir layaknya si ‘sniper’, dan bila diterapkan berarti membuka peluang sukses kita sebagai trader forex dalam jangka panjang.

(Yn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar